Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

WISUDA GANESHA ITB...

Wisuda Ganesha #LembarSatwa19 -SkalaLia- Ku foto sebuah dinding yang hampir semuanya tertutupi oleh tanaman hias dinding, dengan sorotan lampu ditengahnya membuat foto ini terkesan lebih bergaya jadul. Tak menunggu lama kali ini. Ia datang dan mengingatkan ku pada sesuatu. Hari minggu dan dia temanku, Dani. Perempuan yang pernah menghabiskan waktu bersama dalam satu minggu ke tiga kota. Berangkat dari Jogja-Purwokerto-Bandung-Bogor. “Kamu ingat ini hari apa?” “Apa emang?” “Ini minggu, inget gak sih. Hari sabtu Oktober tahun lalu Yeyen wisuda, kita ke sana. Pantes, tadi di ntagram anak-anak ITB lagi pada ngerayaan pagelaren wisudanya itu loh dan” “Oiya ya....” Ia ingat kegirangan. “Yeyen lulus Oktober tahun lalu, lah gue masih belum lulus.. hahahaha” “Iya ya, udah kerja juga dia...” Obrolan singkat dan ingatan itu yang akhirnya ingin ku ceritakan pada #LembarSatwa selanjutnya. Bagaimana tidak, Aku jadi harus memutar memori, mengingat bagaimana tahun kemarin harus melak...

PERLU DORONGAN!!!!

Perlu Dorongan!!!!! #LembarSatwa18 -SkalaLia- Seringnya kita memang dituntut lebih untuk selalu bisa menghipnotis diri sendiri, memberikan sugesti yang baik kepada diri kita sendiri. Pikiran-pikiran positif yang kita ciptakan sendiri sebenarnya hanya untuk meredam laju yang sudah tidak bisa lagi di rem. Rem manusia itu hampir sama seperti sifat sabarnya manusia. Bukan hanya kendaraan saja yang punya rem, tapi apakah kualitas rem manusia sama halnya dengan rem kendaraan? Saya rasa tidak sama. Rem kendaraan punya masanya bertahan sampai seberapa lama ini bisa dipakai pemiliknya. Sifatnya yang tak kekal, karena segala bentuk yang diciptakan oleh manusia pasti tidak abadi. Lalu apakah manusia bisa kekal? Ya, tidak juga. Manusia juga tidak abadi, buktinya segala bentuk kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri, dan yang pasti terjadi adalah kematian itu sendiri. Lalu hubungannya rem manusia dengan kendaraan apa? Seperti yang sudah dijelaskan, jika rem dianalogikan dengan sifa...

Menantang Diri Lagi???

Menantang Diri Lagi??? Bertemu lagi dengan sabtu malam, di tempat yang sama, dan bukan di asrama tempat ku berdiam diri.  Sangat tidak produktif sekali, menulis tidak lagi menjadi bagian dari prioritas. Padahal tidak hanya satu, dua ataupun tiga ide-ide maupun cerita yang ingin dituangkan dalam tulisan. Sedih sekali rasanya ternyata diri ini masih belum selesai dengan dirinya sendiri. Sabtu malam ini ingin ku curahkan hati ku, bagaimana bisa anak sekeras ini bisa selemah ini soal percintaan. Menurutku sangat wajar sekali, bahkan harusnya memang bersyukur karena masih bisa merasakan hal seperti ini. Bahkan dengan ini kadang aku jadi belajar bagaimana mengatasi orang-orang yang mengalami hal yang sama. Lalu kamu mau cerita apa kali ini?  Aku mau cerita hal yang sama, yang aku tuju pun sama orangnya. Itu-itu lagi. Siapa dia sebenarnya? Aku tidak bisa menyebutkan namanya, karena aku pikir semakin hari ke hari sepertinya ini akan menjadi cerita saja. Cerita dari sisa hidup...

Bagaimana Bisa Aku Begini Lagi???

BAGAIMANA BISA AKU BEGINI LAGI??? Tulisan ini tidak termasuk ke dalam bab perjalanan perjuangan skripsiku. Allah memang maha baik dan maha asyik. Aku dberikan ujian yang bisa jadi biasa sekali bagi orang, tapi orang seperti ku sepertinya ini adalah ujian berat. Ingin sedikit mencurahkan isi hati, barangkali orang-orang di sekitar ku sudah bosan mendengarnya. Bahasannya itu-itu saja, katanya anak mudah tidak boleh terlalu lemah dan manja. Katanya anak muda jangan terlalu melankolis, jangan terlalu menye-menye. Kisah ini ingin segerra ku hentikan, entah bagaimana menghentikannya. Setiap ingin ku hentikan, Allah beri aku kesabaran beserta ujiannya pula. Kesepian itu aku tidak suka, bahkan harus kehilangan. Sedihnya adalah harus merasa kehilangan ata apa-apa yang belum halal bagi diriku. Duh, wanita mana yang suka digantungin dengan perasaan yang tidak jelas? Duh, wanita mana yang suka diberikan sesuatu yang tidak jelas? Duh, aku lupa. Bahwa bentuk ketidakjelasan pun sebenarnya ada...