Sedang Tidak Percaya Diri #LembarSatwa4 Setelah berteriak dalam hati, menghembuskan nafas perlahan, dan akhirnya keluar dengan perasaan campur aduk. Tapi ini barangkali berlaku bagiku saja, anak dengan tingkat emosi yang masih belum bisa dikendalikan dan hanya punya celah sedikit tingkat kesabaran dari orang kebanyakan. Kisah ini pun berakhir drama. Semua terasa seperti berat sekali, padahal itu hanya permulaan untuk menuju ke tahap selanjutnya dalam pembuatan proposal skirpsi. Naas mental hanya sampai 3 kali ucapan salam kemudian pergi. Seperti tertolak betulan. Hampir ditunda beberapa minggu. Dan kemudian bertemulah dengan ujian tengah semester yang semakin tidak ingin melajutkan, alibi katanya ingin fokus pada ujian tengah semester terlebih dahulu. Ujian tengah semester berlalu, pulang ke rumah katanya ide yang menarik. Tawaran pulang ini sudah beberapa kali disampaikan oleh Ibu di rumah semenjak pengumuman laboratorium di mana aku akan penelitian untuk skripsi. Mungkin...