Langsung ke konten utama

RANDOM..... IT'S ALL ABOUT YOU #RANDOMTALK


RANDOM
-Skalalia-

Duri telah berpindah dari tepi batang pohon
Jatuh ke tanah setelah melewati fase waktu hembusan angin, suaranya angin tumbang
Bukan biji buah yang dengannya menimbulkan generasi baru
Apalagi buah jatuhan yang kualitasnya jelas sudah terduga, tubuh ke tanah dan jiwa ke angkasa...

Seorang ibu melahirkan seorang anak dengan banyak tarikan nafas
Seorang anak tumbuh berkembang  tanpa cacat dengan banyak dorongan tenaga
Waktu yang melambat dan di percepat karena ulah manusia
Dan tak berjalan mundur dan hari tak akan pernah terulang...

Hari buruk datang untuk mengingatkanmu bahwa Tuhan ada kapanpun
Untuk meminta-Nya membuat kembali lekukan di bibir, dengan memohon, terisak sesak
Tidak percaya pada dunia baru membuat kita keliru, mencari dan akhirnya bosan
Terdiam dan melamun setelahnya kau sadar bahwa hidup bukan soal meminta tetapi memberi lebih..

Serupa kegembiraan yang menjeda pada petang itu
Tergambarnya langit dengan warna yang bukan lagi putih biru
Sejelas keabadian yang tertunda untuk digantikan dengan keabadian sesungguhnya
Kau tak ingin tahu, kau bilang itu Cuma buang waktu, nikmati hidup dengan masa muda yang sebenarnya abu-abu...

Muncul sebuah kesedihan yang menakutkan, katamu ragu.
Muncul sebuah kesedihan yang menaklukan, kata hatimu.
Menaklukan sebuah relung...
Relung tanpa nama yang terisi satu nama, Tuhanmu..

Yang menyelamatkan dinamika kehidupan kita yang melelahkan, aku ingin pulang.......
Yang selalu melahirkan kekuatan baru, selalu prima
Yang meyakinkan bahwa yang maha Esa kataku selalu memberi jawaban terbaik untuk asa yang kau pupuk...
Yang menjadikan semua ada solusinya, menjadikan indah pada saatnya..

Kau bangun dari tidurmu seraya berkata, sialnya aku bermimpi...
Bertemu masa kecil, lincah, bersih dengan nama, aku anak kecil..
Sederhananya melihat, sepolos pendengaran..
Tertipu dan tak berbohong..

Sebuah Desa yang banyak manusianya
Sebuah Kota yang banyak tikusnya
Sebuah Gedung yang banyak dirokrasinya
Sebuah ladang yang banyak hamanya..

Bermata dua bermata empat
Bukan ukuran kebahagian
Kebahagian yang tersyukur..
Yang akan bermutasi menjadi kebahagian lain

Yang kau anggap abadi, termewahkan, dan tenggelam sampai dasar
Kamu boleh berlarian di muka bumi
Berkelana ke tempat yang kamu suka, asalkan tetap ingat pulang
Karena bisa jadi kamu selalu menyukai setiap persimpangan yang kamu temui....



Waktu itu...
Dalam sebuah tanggal, bulan, dan tahun yang ku lupa berapa... 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ADA IDE YANG MENDESAK INGIN DIEKSPRESIKAN

Selamat pagi, siang, sore, dan malam... Semoga yang menjadi senantiasa diberikan kesabaran atas apapun isi dari tulisan ini.  Perkenalkan nama saya Lia Muslimah. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua saya adalah seorang buruh di Pasar Sepatan dan seorang guru TK dan MDTA di rumah. Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang baru saja menjalani sidang skripsi terkait kukang jawa ( Nycicebus javanicus ) di laboratorium satwa liar. Saya berasal dari sebuah desa di bagian utara kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Mauk. Salah satu kecamatan yang termasuk kedalam kecamatan tertinggal dari segi pendidikan. Sedih bukan termasuk ke dalam kecamatan tertinggal. Sejak saya sekolah di bangun sekolah dasar saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, angan-angan jadi orang yang kuliah dan menjadi orang yang besar. Pikir sempit ku waktu itu. Tapi nyatanya tidak banyak yang akhirnya memiliki pemikiran yang sama untuk kuliah padahal setiap d...

Menantang Diri Lagi???

Menantang Diri Lagi??? Bertemu lagi dengan sabtu malam, di tempat yang sama, dan bukan di asrama tempat ku berdiam diri.  Sangat tidak produktif sekali, menulis tidak lagi menjadi bagian dari prioritas. Padahal tidak hanya satu, dua ataupun tiga ide-ide maupun cerita yang ingin dituangkan dalam tulisan. Sedih sekali rasanya ternyata diri ini masih belum selesai dengan dirinya sendiri. Sabtu malam ini ingin ku curahkan hati ku, bagaimana bisa anak sekeras ini bisa selemah ini soal percintaan. Menurutku sangat wajar sekali, bahkan harusnya memang bersyukur karena masih bisa merasakan hal seperti ini. Bahkan dengan ini kadang aku jadi belajar bagaimana mengatasi orang-orang yang mengalami hal yang sama. Lalu kamu mau cerita apa kali ini?  Aku mau cerita hal yang sama, yang aku tuju pun sama orangnya. Itu-itu lagi. Siapa dia sebenarnya? Aku tidak bisa menyebutkan namanya, karena aku pikir semakin hari ke hari sepertinya ini akan menjadi cerita saja. Cerita dari sisa hidup...