Selamat pagi, siang, sore, dan malam...
Semoga yang menjadi senantiasa diberikan kesabaran atas apapun isi dari tulisan ini.
Perkenalkan nama saya Lia Muslimah. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua saya adalah seorang buruh di Pasar Sepatan dan seorang guru TK dan MDTA di rumah. Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang baru saja menjalani sidang skripsi terkait kukang jawa (Nycicebus javanicus) di laboratorium satwa liar. Saya berasal dari sebuah desa di bagian utara kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Mauk. Salah satu kecamatan yang termasuk kedalam kecamatan tertinggal dari segi pendidikan. Sedih bukan termasuk ke dalam kecamatan tertinggal. Sejak saya sekolah di bangun sekolah dasar saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, angan-angan jadi orang yang kuliah dan menjadi orang yang besar. Pikir sempit ku waktu itu. Tapi nyatanya tidak banyak yang akhirnya memiliki pemikiran yang sama untuk kuliah padahal setiap ditanya jawaban teman-teman saya ingin menjadi dokter, guru, polisi dan profesi umum lainnya anak sekolah dasar.
Setelah menapaki bangku sekolah menengah pertama kemudian menengah atas saya akhirnya juga menyadari bahwa ternyata benar adanya, prosentase anak-anak sekolah yang berkeinginan untuk kuliah ternyata masih sedikit apalagi untuk berkuliah di perguruan tinggi negeri sekelas ITB, UGM, dan UI. Sudah minder duluan katanya karena faktor ekonomi, sekolah di pelosok dan segala bentuk minder lainnya. Kami yang berkeinginan kuliah selalu kalah dari orang-orang yang berkeinginan bekerja setelah lulus SMA, kemudian punya uang, kredit motor, menikah, punya anak dan begitu saja menikmati hidup.
Setelah menjalani lamanya berkuliah 5 tahun di fakultas kehutanan, tidak hanya ilmu kehutanan yang saya dapatkan, tetapi beajar terkait kehidupan pula. Saya ingin sekali para remaja mempunyai kesempatan yang sama yang Allah berikan kepada saya untuk mencicipi bangku kuliah dengan gratis. Saya seorang penerima beasiswa pendidikan bidikmisi, yang uang pendidikannya dari uang rakyat. Jadi saya pikir, kalau setelah keluar dari UGM menyandang diri sebagai seorang sarjana saja tidak cukup, harus ada embel-embel "bermanfaat bagi masyarakat" setidaknya di mulai dari lingkungan local dulu, di daerah saya, kecamatan Mauk. Saya anak kehutanan yang terkait sekali dengan dunia pendidikan dan dunia psikologi, jadi saya ingin sekali menjadi fasilitator untuk remaja terkait pendidikan. Inilah alasan kenapa saya ingin sekali ikut FIM. Menjadikan FIM sebagai wadah belajar, mencari relasi untuk dicuri, dicontek, dan kemudian bisa diaplikasikan di tempat yang berbeda. FIM termasuk kedalam bagian cita-cita 2018 yang ingin saya realisasikan. Setengah terealisasi tapi tidak sampai akhir di regional Yogyakarta, dan saya ingin mencoba kembali di FIM 21.
Rumah Quran Daarul Falah
Yogyakarta, 17 Agustus 2019
Lia Muslimah
Find me on:
IG : muslimahlia
Tumblr : skalaku.tumblr.com
Komentar
Posting Komentar