Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Takut Menjadi Anak Pinggiran   Pesisir Skalalia Hari jadi kabupaten Tangerang ke-389 yang diperingati setiap tanggal 13 Oktober. Kita dan saya harus berbangga terlahir dari tempat ini. Bukan hanya tempat singgah untuk kemudian sungguh tinggal di sini. Tinggal di bagian terdekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Tangerang maupun di tempat yang jauh dari pusat pemerintahan. Di bagian pesisir pantai maupun tempat terdalam hutan. Kita adalah rakyatnya pak Bupati yang harusnya mendapatkan jaminan yang sama sebagai warga kabupaten Tangerang.             Hari jadi kabupaten Tangerang yang sudah tiga digit angka ini menjadikan kita sebagai warga Tangerang harus lebih bersyukur dan melihat potensi di daerah kita sendiri. Membanggakan wilayah sendiri itu memang tidak wajib tetapi menjadi keharusan bagi kita karena sama saja seperti menjaga nama baik keluarga sendiri. Banyak orang-orang yang tumbuh besar, berkembang di tanah...
Postingan terbaru

ADA IDE YANG MENDESAK INGIN DIEKSPRESIKAN

Selamat pagi, siang, sore, dan malam... Semoga yang menjadi senantiasa diberikan kesabaran atas apapun isi dari tulisan ini.  Perkenalkan nama saya Lia Muslimah. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua saya adalah seorang buruh di Pasar Sepatan dan seorang guru TK dan MDTA di rumah. Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang baru saja menjalani sidang skripsi terkait kukang jawa ( Nycicebus javanicus ) di laboratorium satwa liar. Saya berasal dari sebuah desa di bagian utara kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Mauk. Salah satu kecamatan yang termasuk kedalam kecamatan tertinggal dari segi pendidikan. Sedih bukan termasuk ke dalam kecamatan tertinggal. Sejak saya sekolah di bangun sekolah dasar saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, angan-angan jadi orang yang kuliah dan menjadi orang yang besar. Pikir sempit ku waktu itu. Tapi nyatanya tidak banyak yang akhirnya memiliki pemikiran yang sama untuk kuliah padahal setiap d...

DENDAM MASA LALU.... IT'S NOT ME, BUT US...

DENDAM MASA LALU -SkalaLia-   "...Cobalah untuk tidak menyimpan benih yang sudah tak bisa lagi tumbuh..." Kertas dan mawar itu mahal Setangkai dan selembar pun tidak ku punya.. . Waktu dan tugas banyak Tapi kadang kau anggap murah... Waktu berlalu Ku jalani dengan ketidakpastian... Kau tak menjanjikan apa-apa, dan aku masih ada Kau tak memberikan apapun, dan aku masih menunggu Lalu waktu berjalan begitu cepat Aku dan kamu pergi tanpa saling berpamitan Aku pergi dengan segala kenangan Kamu tetap tinggal, tanpa mencari Aku kembali kamu menerima Aku pergi kamu tak mengejar Di persimpangan saat kita berlari dan berjalan Waktu menjeda.... Di persimpangan kamu dan aku bertemu dengan orang yang berbeda... Kertas dan mawar kemudian menjadi murah untuk mu kepadanya... Aku cemburu Tapi tak sampai buta Aku memaki engkau dalam bayangan Tidak usah kau tanya bagaimana rasanya... Kau bilang aku harus baik-baik saja... Tapi a...

RANDOM..... IT'S ALL ABOUT YOU #RANDOMTALK

RANDOM -Skalalia- Duri telah berpindah dari tepi batang pohon Jatuh ke tanah setelah melewati fase waktu hembusan angin, suaranya angin tumbang Bukan biji buah yang dengannya menimbulkan generasi baru Apalagi buah jatuhan yang kualitasnya jelas sudah terduga, tubuh ke tanah dan jiwa ke angkasa... Seorang ibu melahirkan seorang anak dengan banyak tarikan nafas Seorang anak tumbuh berkembang   tanpa cacat dengan banyak dorongan tenaga Waktu yang melambat dan di percepat karena ulah manusia Dan tak berjalan mundur dan hari tak akan pernah terulang... Hari buruk datang untuk mengingatkanmu bahwa Tuhan ada kapanpun Untuk meminta-Nya membuat kembali lekukan di bibir, dengan memohon, terisak sesak Tidak percaya pada dunia baru membuat kita keliru, mencari dan akhirnya bosan Terdiam dan melamun setelahnya kau sadar bahwa hidup bukan soal meminta tetapi memberi lebih.. Serupa kegembiraan yang menjeda pada petang itu Tergambarnya langit dengan warna...

LEKAS SEMBUH.... I can hold my breath, and it's okey bruhhhh....

LEKAS SEMBUH SkalaLia Tidak ada lagi yang sakit tanpa diketahui oleh pelakunya Tidak ada lagi luka yang ternyata salah obatnya Tidak ada lagi radang yang menganga karena terlalu dibiarkan Tidak ada lagi rasa yang tak tersampaikan Tidak ada lagi pemberian kasih karena iba Tidak ada lagi nestapa karena terlalu lemah Tidak ada lagi ragu karena hilangnya raga yang lain Tidak ada lagi takut karena hilang dan luput Tidak ada lagi label yang disematkan Tidak ada lagi yang ingin dipupuk Tidak ada lagi rindu yang ingin dibalas Tidak ada lagi kasih yang tetap tinggal Tidak ada lagi kabar yang harus diturunkan Tidak ada lagi cemburu yang perlu dibujuk Tidak ada lagi keliru yang perlu dijelaskan Cukup Di sini saja Sudah dan Selesai .... Yogyakarta, 15 Desember 2018 Sabtu malam setelah hujan reda...

WISUDA GANESHA ITB...

Wisuda Ganesha #LembarSatwa19 -SkalaLia- Ku foto sebuah dinding yang hampir semuanya tertutupi oleh tanaman hias dinding, dengan sorotan lampu ditengahnya membuat foto ini terkesan lebih bergaya jadul. Tak menunggu lama kali ini. Ia datang dan mengingatkan ku pada sesuatu. Hari minggu dan dia temanku, Dani. Perempuan yang pernah menghabiskan waktu bersama dalam satu minggu ke tiga kota. Berangkat dari Jogja-Purwokerto-Bandung-Bogor. “Kamu ingat ini hari apa?” “Apa emang?” “Ini minggu, inget gak sih. Hari sabtu Oktober tahun lalu Yeyen wisuda, kita ke sana. Pantes, tadi di ntagram anak-anak ITB lagi pada ngerayaan pagelaren wisudanya itu loh dan” “Oiya ya....” Ia ingat kegirangan. “Yeyen lulus Oktober tahun lalu, lah gue masih belum lulus.. hahahaha” “Iya ya, udah kerja juga dia...” Obrolan singkat dan ingatan itu yang akhirnya ingin ku ceritakan pada #LembarSatwa selanjutnya. Bagaimana tidak, Aku jadi harus memutar memori, mengingat bagaimana tahun kemarin harus melak...

PERLU DORONGAN!!!!

Perlu Dorongan!!!!! #LembarSatwa18 -SkalaLia- Seringnya kita memang dituntut lebih untuk selalu bisa menghipnotis diri sendiri, memberikan sugesti yang baik kepada diri kita sendiri. Pikiran-pikiran positif yang kita ciptakan sendiri sebenarnya hanya untuk meredam laju yang sudah tidak bisa lagi di rem. Rem manusia itu hampir sama seperti sifat sabarnya manusia. Bukan hanya kendaraan saja yang punya rem, tapi apakah kualitas rem manusia sama halnya dengan rem kendaraan? Saya rasa tidak sama. Rem kendaraan punya masanya bertahan sampai seberapa lama ini bisa dipakai pemiliknya. Sifatnya yang tak kekal, karena segala bentuk yang diciptakan oleh manusia pasti tidak abadi. Lalu apakah manusia bisa kekal? Ya, tidak juga. Manusia juga tidak abadi, buktinya segala bentuk kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri, dan yang pasti terjadi adalah kematian itu sendiri. Lalu hubungannya rem manusia dengan kendaraan apa? Seperti yang sudah dijelaskan, jika rem dianalogikan dengan sifa...