Semua Orang Bilang
Satu kesempatan yang diberikan oleh Tuhan lewat orang-orang di sekelilingmu membuatmu akan bertanya, lanjut atau tidak. Orang yang bertemu dengan mu adalah orang-orang yang memang sengaja Tuhan pertemukan denganmu. Bukan lagi kebetulan bukan…
Kali ini ku bertemu dengan orang-orang yang lama yang kadang selalu menjadi baru… Iya mereka, sahabatku dalam perjuangan kebaikan di kampus tercinta…
Pada kesempatan yang mungkin kita semua rindukan adalah bertemu. Kata rindu itu berat, iya kadang rindu itu memang berat apalagi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Kemarin adalah kesempatan yang lagi-lagi Tuhan berikan pada kami. Kami bertemu di tempat yang sama meskipun melewati persimpangan yang berbeda. Sebuah pertemuan yang bisa jadi pertemuan yang dinamakan”Rindu maka bertemu”. Dimulai dari rencana A sampai Z yang kemudian hanya wacana. Tapi Saya yakin percakapan membahas rencana menjadi wacana itu adalah cara kami untuk melepaskan rindu sebelum bertemu. Rindu harus berbeda pendapat ketika sedang rapat, rindu minta tolong satu dengan yang lain dan rindu untuk terus menarik diri saudara kita ke jalan yang lebih baik.
Wacana bukanlah sesuatu yang buruk, kata temanku. Iya betul wacana bukanlah sesuatu yang buruk, karena kita juga sudah mau berusaha untuk ingin bertemu, meluangkan waktu, membahas sesuatu hal yang penting meskipun harus di bumbui tawa, sindiran dan lainnya.
Pertemuan kai ini lebih berkualitas. Iya, tiap waktu, beda zaman, beda bahasan. Sama seperti hari kemarin terlihat sekai bukan bahwa usia yang terus bertambah membuat kita malah makin banyak menambah daftar pertanyaan pada masing-masing orang. Menanyakan sampai hal-hal yang spesifik. Menanyakan kabar sudah biasa, tapi lain hal ketika teman-temanmu menanyakan sesuatu hal yang sangat random. Salah satunya adalah masa depan, yah sebaut saja dia menikah. semua orang mendapatkan jatah yang sama, sama-sama mendapatkan pertanyaan rencana menikah. Sesuatu hal yang perubahannya bahkan bisa melebihi suhu dan cuaca. Menikah juga ternyata perlu di rencakan dan di persiapkan. Tapi kadang tidak semua orang berfikir hal yang sama. semua orang adalah calon sarjana, calon istri/suami, dan calon almarhum dan semuanya terjadi secara acak. Entah yang mana dulu yang akan datang.
Bukankah sesuatu hal yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri, dan yang paling jelas adalah kematian, iya calon almarhum yang tidak bisa dihindari. Berjalan dimuka bumi, dan berlarian kemana pun ia akan mengikutimu. Malaikat mengawasi tanpa kompromi. Semua orang punya jadwalnya masing-masing kapan harus kembali pulang ke arah asalnya…Kali ini syurga yang di rindukan…
Semua orang bilang bahwa umur tidak ada yang tahu. Saya setuju…
Komentar
Posting Komentar