Langsung ke konten utama

GANGGU GAK???


"Ganggu gak?"
#LembarSatwa11
-SkalaLia-


4 SKS yang waktunya tidak satu semester ini menjadi salah satu bagian dari proses tumbuhnya mahasiswa. Proses belajar yang sebenarnya bukan hanya menyalin kegiatan praktikum di dalamnya. Lebih dari itu. Lebih dari sekedar praktikum yang bobotnya hanya 1 SKS saja. 4 SKS ini perlu ada ruhnya tersendiri. Ruh inilah yang sebenarnya akan menjadi pengurangan beban keluhan dalam proses belajar di kampus. Beban yang sebenarnya bukan hanya merenggut pengurangan atau menjadi penambahan dalam fisik kita, entah bertambah langsing, bertambah gemuk dan perubahan fisik lainnya. Tapi jangan sampai 4 SKS ini merenggut hobi dan passion kalian sebagai seorang manusia. Cobalah merubahnya seakan-akan kalian akan mendapatkan kesenangan didalamnya. Entah dokumentasi foto ketika pengambilan data di lapangan, mendapatkan ide lain dari penelitian, atau bahkan jadi pundi-pundi didalam penelitian kalian. Selama skripsi ini, orangtua, terutama Ibu meminta saya untuk tidak terlalu fokus pada pekerjaan yang saya jalani. Januari adalah bulan dimana saya menanggalkan semua pekerjaan saya. Mulai berhenti jadi guru extra iqro TK setiap paginya, jadi guru private ngaji, serta harus tidak fokus dengan bisnis yang sudah saya rintis sejak September 2015 silam. Hmmm... Rasanya ingin sekali berteriak dan melobi keadaan. Saya adalah mahasiswa yang UKT nya tidak bayar alias penerima Bidikmisi sedari semester 1. Uang bulanan yang saya terima saya rasa tidak cukup untuk menghidupi kehidupan di Jogja yang sebenarnya tidak murah-murah banget juga. Otak saya jelas berfikir bagaimana harus bisa memenuhi kebutuhan lain. Dengan cara bisnis dan ngajar. Meskipun keuntungannya tidak seberapa tapi saya bersyukur setidaknya perkuliahan ini saya tidak sepenuhnya memakai uang negara, karena kita juga perlu bertanggung jawab atas itu. Pun tidak dengan uang negara, kita juga tetap dituntut untuk percaya bahwa kita perlu melakukan sesuatu yang hebat bukan oleh diri kita sendiri?

Ketertarikan di dunia perberdagang sebenarnya sudah ada semenjak saya kecil hingga sebesar ini. Entah kenapa saya suka saja  melihat peluang apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebagai peluang bisnis. Lalu apakah kuliah terbengkalai? Juga tidak. Biasa saja. Karena semua pilihan mesti ada resikonya. Pun dengan ini, ketika ditanya mau jadi apa, Rimbawan apa pembisnis? Karena hidup itu adalah pilihan maka saya pilih keduanya, toh keduanya juga pilihan. Kita tidak perlu takut terhadap pilihan, karena pilihannya hanya jadi pemeran utama atau jadi penonton saja. 

Jangan sampai skripsi membuat kita lantas berpisah dengan passion dan hobi kita. Kenapa tidak sekalian mem-passionkan skripsi kita saja? Toh waktu penelitian juga tidak sebentar bukan? Lalu caranya bagaimana? Caranya dengan seperti ini, menulis. Tiap anak hobinya berbeda. Saya yang suka menulis dan mungkin kalian dengan hal lain. Cobalah selesaikan urusan dengan diri kalian sendiri. Supaya apa yang ada didalam diri kita ini termanfaatkan dengan optimal. Bukankah kita juga diciptakan untuk menjadi sebesar-besarnya memberikan manfaat?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANDOM..... IT'S ALL ABOUT YOU #RANDOMTALK

RANDOM -Skalalia- Duri telah berpindah dari tepi batang pohon Jatuh ke tanah setelah melewati fase waktu hembusan angin, suaranya angin tumbang Bukan biji buah yang dengannya menimbulkan generasi baru Apalagi buah jatuhan yang kualitasnya jelas sudah terduga, tubuh ke tanah dan jiwa ke angkasa... Seorang ibu melahirkan seorang anak dengan banyak tarikan nafas Seorang anak tumbuh berkembang   tanpa cacat dengan banyak dorongan tenaga Waktu yang melambat dan di percepat karena ulah manusia Dan tak berjalan mundur dan hari tak akan pernah terulang... Hari buruk datang untuk mengingatkanmu bahwa Tuhan ada kapanpun Untuk meminta-Nya membuat kembali lekukan di bibir, dengan memohon, terisak sesak Tidak percaya pada dunia baru membuat kita keliru, mencari dan akhirnya bosan Terdiam dan melamun setelahnya kau sadar bahwa hidup bukan soal meminta tetapi memberi lebih.. Serupa kegembiraan yang menjeda pada petang itu Tergambarnya langit dengan warna...

ADA IDE YANG MENDESAK INGIN DIEKSPRESIKAN

Selamat pagi, siang, sore, dan malam... Semoga yang menjadi senantiasa diberikan kesabaran atas apapun isi dari tulisan ini.  Perkenalkan nama saya Lia Muslimah. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua saya adalah seorang buruh di Pasar Sepatan dan seorang guru TK dan MDTA di rumah. Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang baru saja menjalani sidang skripsi terkait kukang jawa ( Nycicebus javanicus ) di laboratorium satwa liar. Saya berasal dari sebuah desa di bagian utara kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Mauk. Salah satu kecamatan yang termasuk kedalam kecamatan tertinggal dari segi pendidikan. Sedih bukan termasuk ke dalam kecamatan tertinggal. Sejak saya sekolah di bangun sekolah dasar saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, angan-angan jadi orang yang kuliah dan menjadi orang yang besar. Pikir sempit ku waktu itu. Tapi nyatanya tidak banyak yang akhirnya memiliki pemikiran yang sama untuk kuliah padahal setiap d...

Menantang Diri Lagi???

Menantang Diri Lagi??? Bertemu lagi dengan sabtu malam, di tempat yang sama, dan bukan di asrama tempat ku berdiam diri.  Sangat tidak produktif sekali, menulis tidak lagi menjadi bagian dari prioritas. Padahal tidak hanya satu, dua ataupun tiga ide-ide maupun cerita yang ingin dituangkan dalam tulisan. Sedih sekali rasanya ternyata diri ini masih belum selesai dengan dirinya sendiri. Sabtu malam ini ingin ku curahkan hati ku, bagaimana bisa anak sekeras ini bisa selemah ini soal percintaan. Menurutku sangat wajar sekali, bahkan harusnya memang bersyukur karena masih bisa merasakan hal seperti ini. Bahkan dengan ini kadang aku jadi belajar bagaimana mengatasi orang-orang yang mengalami hal yang sama. Lalu kamu mau cerita apa kali ini?  Aku mau cerita hal yang sama, yang aku tuju pun sama orangnya. Itu-itu lagi. Siapa dia sebenarnya? Aku tidak bisa menyebutkan namanya, karena aku pikir semakin hari ke hari sepertinya ini akan menjadi cerita saja. Cerita dari sisa hidup...