HIPNOTISLAH DIRI UNTUK BAHAGIA
#LembarSatwa7
-SkalaLia-
Potret ini diambil ketika Saya benar-benar
merasa terkagum dengan langit membiru, ombak yang jauh sekali dari bibir
parkiran. Panjangnya pantai, angin yang terus berhembus kencang, hingga butiran
pasir enggan berhenti menempel pada kulit wajah berminyak.
Duduk dipasir yang sudah basah terkena
hempasan ombak. Ku tengok belakang ada senyum yang seperti berkata 'aku kuat
dan aku bisa bersentuhan dengan ombak'. Ada yang berjalan dengan percaya dirinya
mendekati ombak. Tak peduli seberapa banyak orang yang sedang mengambil foto
yang mungkin terganggu dengan gerak-gerik jalannya. Ia mengganggu? Jelas tidak.
Hanya saja orang terlalu percaya diri bahwa tempat pariwisata jelas bukan milik
perorangan. Ingin sekali mengambil potret ketika dia berhasil mendekati ombak.
Saya malu betulan. Karena moment itu perlu saya abadikan. Setidaknya dengan
melihat kekuasaan Allah ini kedatangan beliau membuat saya juga bersyukur bahwa
bahagia memang perlu diciptakan dari arah manapun, kapan pun dan dengan
siapapun.
Kita pernah berada di sebuah ruang yang
mungkin banyak orangnya. Tapi kita juga sering mengabaikan orang di sekitar kita
dan kita merasa tetap kesepian di keramaian. Tahu kenapa? Biasanya itu bermula
dari rasa tidak bersyukurnya kita terhadap kebahagiaan yang sengaja orang lain
hadirkan. Tanpa kita sadari bahwa dia juga butuh bahagia. Rasa senang yang
tidak bisa kita terima karena keegoisan itulah yang kemudian sering menjadikan
diri kita satu-satunya orang yang tidak bahagia, hina dina, dan paling tidak
bisa diselesaikan...
Dengan mengalahkan rasa takut ombak saja dan percaya dirinya dengan segala kekurangan yang ada beliau sudah menjadi sosok pemenang bagi dirinya sendiri. Lalu bagaimana dengan Saya, anak yang pernah terpatahkan semangatnya hanya karena krisis percaya diri terhadap sebuah takdir skripsi yang harus berada di Laboratorium Satwa Liar. Bukankah Saya juga pantas menjadi pemenang? Pun dengan teman-teman yang lain, yang masih harus berjuang di meja revisian dosen pembimbing.
Terimakasih... Mengajarkan arti bersyukur
dengan segala kesempurnaan fisik yang saya miliki. .
Semoga Allah mengganti dengan yang lain,
dengan kemasan bahagia yang tidak bisa dideskripsikan oleh materi...
#21tahunbercerita
#skalaliabercerita
#LembarSatwa7
Parangtritis, 7 Juli 2018

Komentar
Posting Komentar