"Jadi Begini Rasanya..."
Sekalinya survey ke lapangan langsung
pengamatan malam. Setelah berkutat di pagi sampai siang hari dimana hari
pertama saya melarikan diri lebih awal pulang ke rumah karena panggilan alam
yang tidak terbiasa buang sembarangan di alam.
Berlanjut pengamatan malam hari. Bagi sebagian anak kehutanan terutama
anak KP3 (Kelompok Pengamat, Peneliti, Pemerhati) KSDH pengamatan di malam hari
bukan hal biasa, tapi saya sebagai anak departemen KSDH (Konservasi sumberdaya
hutan) yang tidak ikut KP3 hal ini adalah yang pertama. Tidak terbiasa
pengamatan di malam hari.
Kami berangkat sekitar jam 20.00, tepatnya
setelah isya. Tentunya sebelum berangkat kita perlu diskusi dulu sejenak dengan
Tuhan supaya segala sesuatunya diberkahi dan diberikan kelancaran, pulang tak
catat satu apapun.
Kami berempat ke lapangan, 3 lainnya adalah
Dewi Motil, Rico, dan Mas Budi anak satu-satunya mak'e. Memakai headlamp
pinjaman dan jaket kebanggaan keluarga muslim. Sesampainya di lokasi kami
berhenti mengamati sekitar, sama sekali tidak melakukan ritual "misi Mbah
misi Mbah" nothing. Semuanya berjalan layaknya pengamatan di siang hari,
tidak ada yang berbeda secara keseluruhan. Ingat betul ketika sedang ada acara
di malam hari ketika ada yang membawa senter atau headlamp tidak
diperbolehkannya dihadapkan ke atas pepohonan dan lain sebagainya, katanya
takut mengganggu "penghuni" nya dan hal mistis lainnya, tapi itu
tidak berlaku di sini. Dan kamu takut? Tidak. Entah kenapa saya pun terbawa
suasana oleh 3 orang yang sudah sering pengamatan di lapangan. Lagi-lagi Allah
menampakkan pertolongan dan petunjuknya. Kali ini petunjuknya adalah sebuah
peluang yang menguntungkan. Pengamatan malam hari di lapangan dengan orang lain
dan sudah berpengalaman pula. Satu hal yang kemudian perlu dicerna pula, bahwa
petunjuk yang Allah berikan barang kali bukanlah sebuah peluang juga bagi kita,
maka cobalah untuk setiap waktu dan kesempatan yang sudah diberikan, ya
contohnya ini pengamatan malam hari yang tidak sendirian dan masih bisa
'cekikikan' di hutan.
Tahukan engkau betapa senangnya tepat pukul
21.04 hewan yang kalian amati ternyata muncul ketika kalian memutuskan
istirahat dan berdiam diri di tempat sembari memakan kacang kulit. Kukang itu
muncul menampakkan dirinya, sedari awal sudah ku habiskan meminta sepanjang
perjalanan untuk diberikan kesempatan melihat malam ini. Benar Ia tampakkan.
Kita cuma perlu sabar. Tidak siang hari, Ia beri kesempatan malam hari. Tidak
hari ini, Ia beri hari selanjutnya, tidak diberi juga, pastikan diri kita yakin
bahwa akan ada masanya bertemu dengan apa yang kita cari. Kesempatan yang Allah
berikan itu memang bisa jadi adalah peluang atau ujian. Ujian untuk yakin akan
ketemu objek penelitian atau pasrah begitu saja. Peluang, peluang bertambah bersyukur
atau tidak setelah bertemu dengan objek penelitian.
Akan banyak hikmah dari setiap pengalaman, dan kita hanya butuh waktu saja untuk sedikit bersabar...
Selamat menyelami kehidupan perskripsian....
Hutan Kemuning, Tengah Malam...
#Masih21tahunbercerita
#LembarSatwa13
#SkripsiBermakna
#SkripsiLillah

Komentar
Posting Komentar