Langsung ke konten utama

JADI BEGINI RASANYA....

"Jadi Begini Rasanya..."
#LembarSatwa13
-SkalaLia-

Sekalinya survey ke lapangan langsung pengamatan malam. Setelah berkutat di pagi sampai siang hari dimana hari pertama saya melarikan diri lebih awal pulang ke rumah karena panggilan alam yang tidak terbiasa buang sembarangan di alam.   Berlanjut pengamatan malam hari. Bagi sebagian anak kehutanan terutama anak KP3 (Kelompok Pengamat, Peneliti, Pemerhati) KSDH pengamatan di malam hari bukan hal biasa, tapi saya sebagai anak departemen KSDH (Konservasi sumberdaya hutan) yang tidak ikut KP3 hal ini adalah yang pertama. Tidak terbiasa pengamatan di malam hari.
Kami berangkat sekitar jam 20.00, tepatnya setelah isya. Tentunya sebelum berangkat kita perlu diskusi dulu sejenak dengan Tuhan supaya segala sesuatunya diberkahi dan diberikan kelancaran, pulang tak catat satu apapun.

Kami berempat ke lapangan, 3 lainnya adalah Dewi Motil, Rico, dan Mas Budi anak satu-satunya mak'e. Memakai headlamp pinjaman dan jaket kebanggaan keluarga muslim. Sesampainya di lokasi kami berhenti mengamati sekitar, sama sekali tidak melakukan ritual "misi Mbah misi Mbah" nothing. Semuanya berjalan layaknya pengamatan di siang hari, tidak ada yang berbeda secara keseluruhan. Ingat betul ketika sedang ada acara di malam hari ketika ada yang membawa senter atau headlamp tidak diperbolehkannya dihadapkan ke atas pepohonan dan lain sebagainya, katanya takut mengganggu "penghuni" nya dan hal mistis lainnya, tapi itu tidak berlaku di sini. Dan kamu takut? Tidak. Entah kenapa saya pun terbawa suasana oleh 3 orang yang sudah sering pengamatan di lapangan. Lagi-lagi Allah menampakkan pertolongan dan petunjuknya. Kali ini petunjuknya adalah sebuah peluang yang menguntungkan. Pengamatan malam hari di lapangan dengan orang lain dan sudah berpengalaman pula. Satu hal yang kemudian perlu dicerna pula, bahwa petunjuk yang Allah berikan barang kali bukanlah sebuah peluang juga bagi kita, maka cobalah untuk setiap waktu dan kesempatan yang sudah diberikan, ya contohnya ini pengamatan malam hari yang tidak sendirian dan masih bisa 'cekikikan' di hutan.

Tahukan engkau betapa senangnya tepat pukul 21.04 hewan yang kalian amati ternyata muncul ketika kalian memutuskan istirahat dan berdiam diri di tempat sembari memakan kacang kulit. Kukang itu muncul menampakkan dirinya, sedari awal sudah ku habiskan meminta sepanjang perjalanan untuk diberikan kesempatan melihat malam ini. Benar Ia tampakkan. Kita cuma perlu sabar. Tidak siang hari, Ia beri kesempatan malam hari. Tidak hari ini, Ia beri hari selanjutnya, tidak diberi juga, pastikan diri kita yakin bahwa akan ada masanya bertemu dengan apa yang kita cari. Kesempatan yang Allah berikan itu memang bisa jadi adalah peluang atau ujian. Ujian untuk yakin akan ketemu objek penelitian atau pasrah begitu saja. Peluang, peluang bertambah bersyukur atau tidak setelah bertemu dengan objek penelitian.

Akan banyak hikmah dari setiap pengalaman, dan kita hanya butuh waktu saja untuk sedikit bersabar...
Selamat menyelami kehidupan perskripsian....

Hutan Kemuning, Tengah Malam...
#Masih21tahunbercerita
#LembarSatwa13
#SkripsiBermakna
#SkripsiLillah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANDOM..... IT'S ALL ABOUT YOU #RANDOMTALK

RANDOM -Skalalia- Duri telah berpindah dari tepi batang pohon Jatuh ke tanah setelah melewati fase waktu hembusan angin, suaranya angin tumbang Bukan biji buah yang dengannya menimbulkan generasi baru Apalagi buah jatuhan yang kualitasnya jelas sudah terduga, tubuh ke tanah dan jiwa ke angkasa... Seorang ibu melahirkan seorang anak dengan banyak tarikan nafas Seorang anak tumbuh berkembang   tanpa cacat dengan banyak dorongan tenaga Waktu yang melambat dan di percepat karena ulah manusia Dan tak berjalan mundur dan hari tak akan pernah terulang... Hari buruk datang untuk mengingatkanmu bahwa Tuhan ada kapanpun Untuk meminta-Nya membuat kembali lekukan di bibir, dengan memohon, terisak sesak Tidak percaya pada dunia baru membuat kita keliru, mencari dan akhirnya bosan Terdiam dan melamun setelahnya kau sadar bahwa hidup bukan soal meminta tetapi memberi lebih.. Serupa kegembiraan yang menjeda pada petang itu Tergambarnya langit dengan warna...

ADA IDE YANG MENDESAK INGIN DIEKSPRESIKAN

Selamat pagi, siang, sore, dan malam... Semoga yang menjadi senantiasa diberikan kesabaran atas apapun isi dari tulisan ini.  Perkenalkan nama saya Lia Muslimah. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua saya adalah seorang buruh di Pasar Sepatan dan seorang guru TK dan MDTA di rumah. Saya adalah seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang baru saja menjalani sidang skripsi terkait kukang jawa ( Nycicebus javanicus ) di laboratorium satwa liar. Saya berasal dari sebuah desa di bagian utara kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Mauk. Salah satu kecamatan yang termasuk kedalam kecamatan tertinggal dari segi pendidikan. Sedih bukan termasuk ke dalam kecamatan tertinggal. Sejak saya sekolah di bangun sekolah dasar saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, angan-angan jadi orang yang kuliah dan menjadi orang yang besar. Pikir sempit ku waktu itu. Tapi nyatanya tidak banyak yang akhirnya memiliki pemikiran yang sama untuk kuliah padahal setiap d...

Menantang Diri Lagi???

Menantang Diri Lagi??? Bertemu lagi dengan sabtu malam, di tempat yang sama, dan bukan di asrama tempat ku berdiam diri.  Sangat tidak produktif sekali, menulis tidak lagi menjadi bagian dari prioritas. Padahal tidak hanya satu, dua ataupun tiga ide-ide maupun cerita yang ingin dituangkan dalam tulisan. Sedih sekali rasanya ternyata diri ini masih belum selesai dengan dirinya sendiri. Sabtu malam ini ingin ku curahkan hati ku, bagaimana bisa anak sekeras ini bisa selemah ini soal percintaan. Menurutku sangat wajar sekali, bahkan harusnya memang bersyukur karena masih bisa merasakan hal seperti ini. Bahkan dengan ini kadang aku jadi belajar bagaimana mengatasi orang-orang yang mengalami hal yang sama. Lalu kamu mau cerita apa kali ini?  Aku mau cerita hal yang sama, yang aku tuju pun sama orangnya. Itu-itu lagi. Siapa dia sebenarnya? Aku tidak bisa menyebutkan namanya, karena aku pikir semakin hari ke hari sepertinya ini akan menjadi cerita saja. Cerita dari sisa hidup...