Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

MAKKAH, SEBELUM TAHUN GAJAH

Tema: Pesona Muslimah “Makkah,Sebelum Tahun Gajah” -SkalaLia- Bukan   cita-cita menjadi bagian dari kaum wanita Bukan pula pilihan harus membiasakan bergerak dengan pembatasan Cinta menjadikannya kita rindu dengan ketaatan pada Tuhan Menjadi kaum wanita dengan segala kewajiban Wajah dan rupanya samar tak terlihat Dibayangkan tapi tak terbayangkan Dikisahkan dalam lembaran pena Asa yang terbentuk ingin ada di Zaman Dzalim sekarang Wanita suci pertama dari kaum wanita Memecah atmosfer menyebar aroma Terpandang sejak zaman jahiliyah Sandungan berat dalam rumah tangganya…. Wanita suci dikalangan Quraisy.. Bermimpi memeluk bintang Cahaya turun mendekati ruang tidur Mata terbuka dalam gelap gulita, itu mimpi… Cahaya itu benar datang, seperti kata Waraqah.. Disambut tanpa kompromi, mencintai dan menerima resikonya bukan perkara angka dua digit lagi.. Tapi akhirat yang jadi tawarannya.. Berkorban, taat, dan mencintai… Dermawan,...

AKU HANYA KATA

Aku hanya kata -SkalaLia- Sajak berbicara, mulut terdiam tubuh mematung menyaksikan pergerakan tubuh yang lain aku ingin ikut bermain seperti mereka yang bersama mu Mulut terdiam, mata tak pejam sedetik pun Pena bergerak menyapamu Menawarkan sebuah kalimat Kalimat tanya tanpa jawaban Raganya ada jiwanya yang tak pasti Jejaknya terekam oleh langit dan bumi Tapi tak terlacak oleh radar pemujanya Kian hari menanti Ditemani pena dan kertas suci Tak terisi bila hanya berpasrah diri Nyatanya Hanya menyiksa ulu hati Seperti kata penulis ulung Bahwa hujan jatuhnya ke bumi dan itu seperti aku Jatuh kepelukan tanpa dipeluk. Yogyakarta, 26 Maret 2018 SkalaLia

RANDOM

RANDOM -Skalalia- Duri telah berpindah dari tepi batang pohon Jatuh ke tanah setelah melewati fase waktu hembusan angin, suaranya angin tumbang Bukan biji buah yang dengannya menimbulkan generasi baru Apalagi buah jatuhan yang kualitasnya jelas sudah terduga, tubuh ke tanah dan jiwa ke angkasa... Seorang ibu melahirkan seorang anak dengan banyak tarikan nafas Seorang anak tumbuh berkembang   tanpa cacat dengan banyak dorongan tenaga Waktu yang melambat dan di percepat karena ulah manusia Dan tak berjalan mundur dan hari tak akan pernah terulang... Hari buruk datang untuk mengingatkanmu bahwa Tuhan ada kapanpun Untuk meminta-Nya membuat kembali lekukan di bibir, dengan memohon, terisak sesak Tidak percaya pada dunia baru membuat kita keliru, mencari dan akhirnya bosan Terdiam dan melamun setelahnya kau sadar bahwa hidup bukan soal meminta tetapi memberi lebih.. Serupa kegembiraan yang menjeda pada petang itu Tergambarnya langit dengan warna yan...

JANGAN SALAH KAPRAH

Jangan Salah Kaprah #Lembarsatwa1 -SkalaLia- Tulisan ini ku dedikasikan untuk orang-orang yang sedih hatinya. Katanya orang-orang yang patah hatinya bisa sangat indah menuliskan kata puitis bak penulis ulung. Malam hari sudah dipersiapkan buku agenda untuk mencatat kegiatan yang ingin direalisasikan. Satu persatu ditulis dengan detail. Adzan berkumandang menunjukan subuh sudah tiba. Kegiatan dimulai dari kajian pagi asrama. Berlanjut pada jam perkuliahan yang cukup membosankan. Mahasiswa yang memenuhi bangku belakang penuh sudah, longgar pada bagian depan kelas. Tidak ingin menyianyiakan masa akhir perkuliahan hanya dengan diam tanpa jawaban atas pertanyaan Dosen. Kelas berakhir dengan pemberian materi kuliah untuk UTS. Waktu memang terasa begitu saja berlalu, tidak ingin tahu bagaimana kami seperti dikejar ketika berjalan. Melangkahkan kaki ke kajian rimbawan di Taman Timur Kehutanan. Matahari mulai membulat, menyinari dedaunan trembesi, mengisi celah antar rantin...

SENJA UNTUK GIVI

Tak terbangun sampai waktu berkah Terdiam memastikan nyawa merata Mengacuhkan mayanya dunia Hingga akhirnya lunglay terbaring Waktu berkurang termakan gerak badan, terpaksa Jika saja bukan budak dunia Orang menari sesuka hati Tanpa berfikir sedang dikejar Matahari membulat, tak kuat, terik Menembus bagian terlapisi zat yang katanya teruji Makhluk bumi tetap percaya Padahal rupa memang begitu Bukan lagi mulut menyahut Bukan lagi dahi mengkerut Bukan lagi gincu memudar Tapi hati mulai menghitam Akhirnya ku temui senja Beranjak melewati mereka Menemui si gempal pipinya Menyambut tangan kecilnya seraya membalas salamnya.. Sleman, 21 Maret 2018

KEPING PUZZLE YANG HILANG

“Tunggu Bapak yah di tempat biasa, Bapak sudah on the way ke Statiun ya Ka, gak bawa HP.” Ponsel berbunyi, pesan singkat yang di kirimkan oleh ibu setelah ku kabarkan jika anak perempuannya sudah sampai di Ibukota, Statiun Pasar Senen. Ku hanya menjawab sekenanya,”Oke baik bu.” Sebelum terkirim sudah masuk pesan dari Ibu “Jangan main HP di dalam KRL ya sebelum ketemu Bapak Ka.” Pesan itu yang hampir tidak pernah ketinggalan setiap kali akan bepergian menggunakan kereta. Maklum, beberapa waktu yang lalu, aku sempat kehilangan, lebih tepatnya di copet di Statiun Jatinegara ketika akan mengikuti sebuah acara di Bogor. Aku sudah merindukan sosok wanita yang seperti bidadari tanpa sayap yang tak pernah berpindah tempat dan menetap di rumah kami.             Jarum jam yang menggantung di dekat peron KRL menunjukan pukul 17.10 WIB sebentar lagi magrib dan tandanya aku tidak akan mendapatkan tempat duduk di KRL seperti biasanya setiap...

PINDAH LAPAK!!!

Tidak sempat dan tak ingin melihat kembali blog yang pernah saya buat sebelumnya sejak SMA. Mungkin sekarang sudah banyak sarang laba-laba, tikus, dan kelelawar yang bertebrangan. Hehehe. Kali ini Saya akan mengembalikan semangat "nge-blog" di akun yang baru dengan nama akun blog Skalaku. Skala adalah salah satu hal yang sepertinya mampu membantu dunia Saya dalam kepenulisan. Sebelum gesit dalam menulis, Saya banyak menggunakan sosial media untuk memuat berbagai tulisan. Tulisan yang sebenarnya hampir semuanya mewakili bagaimana keadaan hidup Saya dan selebihnya hanya cerita manusia-manusia di sekeliling Saya yang kisahnya perlu Saya cermati untuk bahan refleksi diri.  Kenapa harus nge-blog lagiiii?????  Pertanyaan ini di tujukan untuk diri saya sendiri. Beberapa hari yang laku dunia kepenulisan sempat bersedih dan kecewa terhadap sebuah kebijakan pemerintah yang memblokir tumblr. Dimana pengguna tumblr sebenarnya berisikan tulisa-tulisan yang bergizi. Entah karena Saya y...