Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

ULANG TAHUN DI HUTAN

Ulang Tahun di Hutan #Lembarsatwa16 -SkalaLia- Dinginnya tidak bersahabat, tidak ingin lepas dari selimut hangat yang disediakan mak'e, menerka suara barang kali suara adzan subuh memang sudah bersahutan, nyata memang belum datang waktu subuh. Udara dingin memang ujian, bangkit atau tetap tidur lagi. Bahkan jelas sekali panggilannya diulang dua kali ketika adzan subuh Ash-shalaatu khairum minan-nauum "Shalat itu lebih baik dari pada tidur". Gelap sedikit pengap, lampu kamar yang sengaja dimatikan sebagai tanda saja bahwa ada orang yang sedang tidur. Keluarlah dari satu ruangan menuju ruangan yang lain. Lagi-lagi air lebih dingin dari  sejuknya udara. Tak ingin kalah oleh keduanya, bertemulah ketiganya, kulit-air-udara. Melihat ponsel yang sesekali bergetar, saya pikir "ahh paling pesan-pesan semalam yang bersangkutan entah kemana dulu jalannya ", maklum saja sinyal di sini kaya doi "datang dan pergi seenak jidat" . Hehehe Dibu...

HADIAH SIDANG SEBELUM WAKTUNYA..

"Hadiah Sidang Sebelum Waktunya.." #LembarSatwa15 -SkalaLia- Kadang manusia itu banyak inginnya, bendung hawa nafsunya adalah sebuah ujian bagi dirinya sendiri. Cita-cita yang tak pernah kecil dan tak sedikit pun dituliskannya, dan itu bukan sesuatu hal yang tidak diperbolehkan. Saya rasa agama mana pun juga selalu mengajarkan para pengikutnya untuk tidak mudah putus asa terhadap apa-apa yang diinginkan. Terlebih lagi percaya kepada Tuhannya bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya, bahkan sekelas amanah yang katanya berat, ya memang berat. Saya Rasa agama manapun juga tidak memperbolehkan pengikutnya untuk lalai terhadap amanahnya. Lalu bagaimana dengan kita sudah sampai mana menyelesaikan amanah-amanah kehidupan yang tidak akan ada habisnya. Amanah akan selesai jika kita sudah tidak lagi bernafas, tinggal menyelesaikan pertanggung jawabannya di akhirat sana... Entah kapan waktunya, maka tunggu saja dengan sebaik-baiknya menunggu. Menunggu dengan menyiapkan bekal, ...

SIDANG SKRIPSI MENULAR...

"Sidang Skripsi Menular.." #LembarSatwa14 -SkalaLia- Bisa terhitung sekali di media sosial saya, berhamburan ucapan "selamat yaaa, congrats , Barakallah, happy graduation" dan lainnya.  Setiap hari hampir kabar gembira karena sidang skripsi teman-teman berdatangan. Saya juga ikut senang dan termotivasi, meminta doa untuk disegerakan. Tidak sabar rasanya ingin sekali menyelesaikan amanah akademik jenjang S1. Berawal dari seringnya mendengar kabar gembira, menyaksikan teman-teman merayakan kaka tingkatnya yang sudah diwisuda. Bahkan pagelaran ceremony dari beberapa fakultas pun berbeda juga. Saya juga mulai sering melihat beberapa video pendek tentang wisuda seseorang atau pun bentuk ceremony perayaan wisuda kampus-kampus besar di Indonesia. Mulai dari yang receh mengesankan sampai hal yang membuat haru biru. Bentuk tangisan gembira yang tak sengaja, bentuk gerakan tangan yang lebih ramah, bentuk mimik wajah yang tak ada beban, dan entah bentuk hati y...

JADI BEGINI RASANYA....

"Jadi Begini Rasanya..." #LembarSatwa13 -SkalaLia- Sekalinya survey ke lapangan langsung pengamatan malam. Setelah berkutat di pagi sampai siang hari dimana hari pertama saya melarikan diri lebih awal pulang ke rumah karena panggilan alam yang tidak terbiasa buang sembarangan di alam.    Berlanjut pengamatan malam hari. Bagi sebagian anak kehutanan terutama anak KP3 (Kelompok Pengamat, Peneliti, Pemerhati) KSDH pengamatan di malam hari bukan hal biasa, tapi saya sebagai anak departemen KSDH (Konservasi sumberdaya hutan) yang tidak ikut KP3 hal ini adalah yang pertama. Tidak terbiasa pengamatan di malam hari. Kami berangkat sekitar jam 20.00, tepatnya setelah isya. Tentunya sebelum berangkat kita perlu diskusi dulu sejenak dengan Tuhan supaya segala sesuatunya diberkahi dan diberikan kelancaran, pulang tak catat satu apapun. Kami berempat ke lapangan, 3 lainnya adalah Dewi Motil, Rico, dan Mas Budi anak satu-satunya mak'e. Memakai headlamp pinjaman ...

JALANAN KOPI..

"Jalanan Kopi" #LembarSatwa12 -SkalaLia- Sedikit harus berjalan di saat sepeda motor tidak bisa menanjak meskipun sudah dengan tenaga yang full . Jalan menuju tempat penginapan ini menjadi satu hal menarik. Malam ini yakin betul bahwa bisa sampai sini tidak lain karena bantuan Allah, karena izin Allah. Selamat tanpa cacat. Sebelumnya teman satu motor saya sudah memberikan gambaran "nanti kamu bakal nemu yang lebih dari ini, tenang aja dikit lagi nyampe" begitu saja terus. Hingga dia juga sadar bahwa sudah berapa kali ia mengatakanya. Tapi tidak apa. Karena diperjalanan kita butuh teman berbincang. Sampailah ditempat penginapan. Ban motor menapaki jalan yang berbeda. Jalanan yang aspalnya seperti dilapisi biji-biji kopi warga. Amat hati-hati. Malam tak terlihat bagaimana bentukan jalan yang aspalnya kopi. Pagi menjelang, suara burung bersahutan entah apa jenisnya. Pertama ada di hutan Kemuning membuat saya sedikit terkejut dengan pemandangan...

GANGGU GAK???

"Ganggu gak?" #LembarSatwa11 -SkalaLia- 4 SKS yang waktunya tidak satu semester ini menjadi salah satu bagian dari proses tumbuhnya mahasiswa. Proses belajar yang sebenarnya bukan hanya menyalin kegiatan praktikum di dalamnya. Lebih dari itu. Lebih dari sekedar praktikum yang bobotnya hanya 1 SKS saja. 4 SKS ini perlu ada ruhnya tersendiri. Ruh inilah yang sebenarnya akan menjadi pengurangan beban keluhan dalam proses belajar di kampus. Beban yang sebenarnya bukan hanya merenggut pengurangan atau menjadi penambahan dalam fisik kita, entah bertambah langsing, bertambah gemuk dan perubahan fisik lainnya. Tapi jangan sampai 4 SKS ini merenggut hobi dan  passion kalian sebagai seorang manusia. Cobalah merubahnya seakan-akan kalian akan mendapatkan kesenangan didalamnya. Entah dokumentasi foto ketika pengambilan data di lapangan, mendapatkan ide lain dari penelitian, atau bahkan jadi pundi-pundi didalam penelitian kalian. Selama skripsi ini, orangtua, terutama Ibu ...

BANYAK MAIN SAMA ANAK ANGKATAN

"Banyak Main Sama Anak Angkatan" #LembarSatwa10 -SkalaLia- Kehidupan mahasiswa tingkat akhir khususnya anak-anak departemen KSDH (Konservasi Sumberdaya Hutan) angkatan tahun 2014 banyak ombaknya. Sekali ombak reda muncul bentukan ombak yang lain yang sepertinya reda tapi tak ada habisnya. Permasalahan akademik yang bisa dibilang tidak begitu sejalan dengan apa yang diminta lebih tepatnya dituntut untuk lulus cepat, UKT dan teman-temannya yang membuat hati mahasiswanya tidak lepas dari keluhan. Banyak hal yang kadang saya tidak tahu atau tertinggal dari beberapa berita di kampus. Padahal saya merasa sudah se-update ini jadi mahasiswa. Tapi ternyata tidak. Permasalahan bukan sesuatu hal yang ternyata bisa diumbar kemanapun, padahal sebuah kesedihan kadang perlu dorongan semangat. Alih-alih berpura-pura baikkah atau sekedar bertanya, "Gimana skripsiannya?" "Eh PJUR (Praktek jurusan)nya gimana?" "Semprop kapan?" Dan hal lainnya yang ...

PERON DENGAN SEGALA SUARANYA

PERON DENGAN SEGALA SUARANYA "BERTO KOK JUDULNYA BEDA?" Peron 2 - Statiun Tangerang -SkalaLia- Hari ini Saya balik ke Jogja. Balik ya bukan pulang. Dengan segala bentuk drama kecil di rumah. Mulai terlalu santai packing , terlalu lama ngingetin yang jemput. Yang harusnya berangkat setengah 9 pagi jadi berangkat 10 pagi. Dan itu adalah sebuah pelajaran yang ternyata berisikan rentetan hikmah-hikmah kecil bernilai. Tibalah di statiun Tangerang. Karena gak yakin kartu KRL nya gak ada saldonya jadilah isi saldo dulu biar bisa masuk peron. Eh pas cek total saldo masih banyak. Lenyap deh uang 20-an yang harusnya masuk kantong #thepowerof20ribu.  Gak nunggu lama dan gak bentar juga di peron. Dari yang tadinya sepi sampe rame banget, dari yang banyak tanya sampe udah gak ada yang nanya. Nunggu itu gak enak aslinya cuma emang gitu hidup perlu nunggu dari satu waktu ke waktu yang lain. Ditengah fasenya ada cerita. Isinya sih pasti beda-beda. Tapi kok bosen ya...

HIPNOTISLAH DIRI UNTUK BAHAGIA

HIPNOTISLAH DIRI UNTUK BAHAGIA #LembarSatwa7 -SkalaLia- Potret ini diambil ketika Saya benar-benar merasa terkagum dengan langit membiru, ombak yang jauh sekali dari bibir parkiran. Panjangnya pantai, angin yang terus berhembus kencang, hingga butiran pasir enggan berhenti menempel pada kulit wajah berminyak.  Duduk dipasir yang sudah basah terkena hempasan ombak. Ku tengok belakang ada senyum yang seperti berkata 'aku kuat dan aku bisa bersentuhan dengan ombak'. Ada yang berjalan dengan percaya dirinya mendekati ombak. Tak peduli seberapa banyak orang yang sedang mengambil foto yang mungkin terganggu dengan gerak-gerik jalannya. Ia mengganggu? Jelas tidak. Hanya saja orang terlalu percaya diri bahwa tempat pariwisata jelas bukan milik perorangan. Ingin sekali mengambil potret ketika dia berhasil mendekati ombak. Saya malu betulan. Karena moment itu perlu saya abadikan. Setidaknya dengan melihat kekuasaan Allah ini kedatangan beliau membuat saya juga bersyukur ...